Sabtu, 22 Maret 2014

PERAN MAHASISWA DALAM MASYARAKAT


Oleh :
IMMawan Agus Saefudin
(SEKUM IMM Komisariat Ekonomi Syariah)
 (Berawal dari Kajian Mingguan)

Mahasiswa, sebagai elemem pemuda yang memiliki potensi, posisi, peran, dan tanggungjawab dalam masyarakat dan menjadi penggerak untuk menghidupkan masyarakat dalam bidang sosial atau dan lain-lain. pada mereka pengetahuan itu tersimpan, pada tangan mereka rezim ditumbangkan. Karena idealisme itulah mereka menjadi garda terdepan dan pemicu penggerak perubahan.
Dalam sejarah selalu tercatat bahwasanya mahasiswa selalu menjadi peranan penting di mata masyarakat dan selalu menjadi garda terdepan untuk selalu bersosialisai di tengah-tengah masyarakat dan juga membantu untuk kebijakan-kebijakan pemerintah yang kurang etis sehingga merugikan masyarakat, Namun tidak sedikit dari bangsa ini yang dapat mengenyam pendidikan hingga ke jenjang universitas, karena biyaya pendidikan yang dipatok terlalu tinggi. Sehingga pemerataan pendidikan menjadi hal kelasik yang hampir mustahil terwujud dalam kuasa negeri saat ini.
Tak elak, mahasiswa menjadi kaum elitis dan kehilangan esensinya sebagai mahasiswa yang diidentikkan dengan nalar berpikir kritis dan mampu menciptakan terobosan-terobosan, ide-ide dan gagasan baru yang berdampak positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Alaih-alaih berbicara nalar kritis dan ide-ide segar, mahasiswa sekarang disibukkan dengan pragmatisme dan hedonisme semu, atau bahkan menjadi artis dadakan karena korban mode yang mengantarkannya pada jurang neokapitalis. Oleh karena itu, memunculkan penilaian bahwa mahasiswa terlalu konservatif atau bahkan terlalu liberal, sehingga dapat menjadi sumber permaslahan yang dapat menghambat kemajuan bangsa.
Dan hal ini pun sangat bertolak belakang mengenai penciptaan manusia ada hal yang sangat unik untuk kita renungkan ketika malaikat menanyakan kepada Allah SWT tentang penciptaan manusia (Nabi Adam A.S) dengan anggapan bahwa manusia itu yang menjadi perusak dimuka bumi. Karna mungkin di era sebelum Nabi Adam A.S ada mahluk yang senantiasa menjadi perusak dalam artian tidak mensejahtrakan. Seperti Q.S Al-Baqharah Ayat 30 :

  Artrinya“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa 
yang tidak kamu ketahui

Adapun Kerusakan bukan artian menjadi sosok perusak namun yang mesti kita telaah adalah menjadinya sosok Khalifah di muka bumi yang senantiasa menyeru kebaikan kebenaran kepada manusia umumnya dan khususnya kepada mahasiswa yang menjadi sosok peran penting dan bermanfaat di mata Masyarakat.
Agama Islam mengajarkan bahwa manusia memiliki dua predikat, yaitu sebagai hamba Allah (`abdullah) dan sebagai wakil Allah (khalifatullah) di muka bumi. Sebagai hamba Allah, manusia adalah kecil dan tak memiliki kekuasaan. Oleh karena itu, tugasnya hanya menyembah kepada-Nya dan berpasrah diri kepadanya. Tetapi sebagai khalifatullah, manusia diberi fungsi sangat besar, karena Allah Maha Besar maka manusia sebagai wakil-Nya di muka bumi memiliki tanggung jawab dan otoritas yang sangat besar.
Sekecil apapun peran mahasiswa akan sangat penting menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat tergantung bagaimana mahasiswa menyikapi diri untuk menjadi bermanfaat bagi warga sekitar mereka. sebab, tidak semua mahasiswa benar-benar sadar akan apa yang mereka emban. Status mahasiswa, jika saja tidak dimaknai dengan baik oleh mahasiswa itu sendiri, akan menjadi hal yang akan mengubah paradigma masyarakat yang awalnya mengharapkan mahasiswa sebagai penyelesai masalah menjadi pengganggu dalam masalah yang tak selesai-selesai. tentunya, itu bukanlah harapan mahasiswa dan masyarakat seutuhnya. Kesadaran, adalah yang terpenting, tentang bagaimana membangun negeri ini agar bisa lebih baik dari sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comentar