Oleh :
IMMawan Agus Saefudin
IMMawan Agus Saefudin
(SEKUM IMM
Komisariat Ekonomi Syariah)
(Berawal dari Kajian Mingguan)
Mahasiswa, sebagai elemem pemuda yang
memiliki potensi, posisi, peran, dan tanggungjawab dalam masyarakat dan menjadi
penggerak untuk menghidupkan masyarakat dalam bidang sosial atau dan lain-lain.
pada mereka pengetahuan itu tersimpan, pada tangan mereka rezim ditumbangkan.
Karena idealisme itulah mereka menjadi garda terdepan dan pemicu penggerak
perubahan.
Dalam sejarah selalu tercatat
bahwasanya mahasiswa selalu menjadi peranan penting di mata masyarakat dan
selalu menjadi garda terdepan untuk selalu bersosialisai di tengah-tengah
masyarakat dan juga membantu untuk kebijakan-kebijakan pemerintah yang kurang
etis sehingga merugikan masyarakat, Namun tidak sedikit dari bangsa ini yang
dapat mengenyam pendidikan hingga ke jenjang universitas, karena biyaya pendidikan
yang dipatok terlalu tinggi. Sehingga pemerataan pendidikan menjadi hal kelasik
yang hampir mustahil terwujud dalam kuasa negeri saat ini.
Tak elak, mahasiswa menjadi kaum
elitis dan kehilangan esensinya sebagai mahasiswa yang diidentikkan dengan
nalar berpikir kritis dan mampu menciptakan terobosan-terobosan, ide-ide dan
gagasan baru yang berdampak positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat
luas. Alaih-alaih berbicara nalar kritis dan ide-ide segar, mahasiswa sekarang
disibukkan dengan pragmatisme dan hedonisme semu, atau bahkan menjadi artis
dadakan karena korban mode yang mengantarkannya pada jurang neokapitalis. Oleh
karena itu, memunculkan penilaian bahwa mahasiswa terlalu konservatif atau
bahkan terlalu liberal, sehingga dapat menjadi sumber permaslahan yang dapat
menghambat kemajuan bangsa.
Dan hal ini pun sangat bertolak
belakang mengenai penciptaan manusia ada hal yang sangat unik untuk kita
renungkan ketika malaikat menanyakan kepada Allah SWT tentang penciptaan
manusia (Nabi Adam A.S) dengan anggapan bahwa manusia itu yang menjadi perusak
dimuka bumi. Karna mungkin di era sebelum Nabi Adam A.S ada mahluk yang
senantiasa menjadi perusak dalam artian tidak mensejahtrakan. Seperti Q.S Al-Baqharah Ayat 30 :
Artrinya“Ingatlah
ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa
Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat
kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih
dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa
yang tidak kamu ketahui
Adapun Kerusakan bukan artian menjadi sosok perusak namun yang mesti kita
telaah adalah menjadinya sosok Khalifah di muka bumi yang senantiasa menyeru
kebaikan kebenaran kepada manusia umumnya dan khususnya kepada mahasiswa yang
menjadi sosok peran penting dan bermanfaat di mata Masyarakat.
Agama Islam mengajarkan bahwa manusia
memiliki dua predikat, yaitu sebagai hamba Allah (`abdullah) dan sebagai wakil
Allah (khalifatullah) di muka bumi. Sebagai hamba Allah, manusia adalah kecil
dan tak memiliki kekuasaan. Oleh karena itu, tugasnya hanya menyembah
kepada-Nya dan berpasrah diri kepadanya. Tetapi sebagai khalifatullah, manusia
diberi fungsi sangat besar, karena Allah Maha Besar maka manusia sebagai
wakil-Nya di muka bumi memiliki tanggung jawab dan otoritas yang sangat besar.
Sekecil apapun peran mahasiswa akan sangat penting menjadi sesuatu yang
bermanfaat bagi masyarakat tergantung bagaimana mahasiswa menyikapi diri untuk
menjadi bermanfaat bagi warga sekitar mereka. sebab, tidak semua mahasiswa
benar-benar sadar akan apa yang mereka emban. Status mahasiswa, jika saja tidak
dimaknai dengan baik oleh mahasiswa itu sendiri, akan menjadi hal yang akan
mengubah paradigma masyarakat yang awalnya mengharapkan mahasiswa sebagai
penyelesai masalah menjadi pengganggu dalam masalah yang tak selesai-selesai.
tentunya, itu bukanlah harapan mahasiswa dan masyarakat seutuhnya. Kesadaran,
adalah yang terpenting, tentang bagaimana membangun negeri ini agar bisa lebih
baik dari sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar